Minggu, 18 November 2018

“GIZI SEIMBANG BANGSA SEHAT BERPRESTASI”

Sepuluh pesan gizi seimbang untuk masyarakat umum dalam kondisi sehat.
@KemenkesRI
"Empat sehat lima sempurna" merupakan slogan yang sempat gencar di sosialisasikan kepada masyarakat dengan tujuan mencapai visi pembangunan gizi. Seiring dengan perkembangan IPTEK slogan ini di rasa belum mampu mewujudkan visi pembangunan gizi. Oleh karena itu tahun 1992 di Roma pada konferensi pangan sedunia, berdasarkan prinsip "Nutrition for Balanced Diet" maka tercetuslah Pedoman Gizi Seimbang yang di yakini mampu mengatasi beban ganda Indonesia yaitu kekurangan maupun kelebihan gizi.  Melalui pedoman gizi seimbang ini membawa pesan untuk dibumikan kepada masyarakat agar tercapai prestasi yaitu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, unggul dan mampu bersaing di dunia global.

1. Syukuri dan nikmati anekaragam makanan.
Sebagai makhluk yang berketuhanan selayaknya kita bersyukur kepada Zat yang telah memberi kita kesehatan dan kemampuan. Inilah rizki yang seharusnya kita syukuri, dan implementasi dalam sehari-hari dengan mencuci tangan sebelum makan, berdoa kepada Tuhan sebelum maupun sesudah makan, makan tidak tergesa-gesa dan menerapkan tata krama saat makan maupun minum. Anekaragam makanan artinya kita di anjurkan makan dengan berbagai jenis lauk pauk asal sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh/ dalam jumlah wajar.Terdiri dari 5 kelompok pangan yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah dan minuman. Selain itu yang harus lebih di cermati yaitu memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan yang di konsumsi.

2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan.
Bagi orang Indonesia dianjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 g perorang perhari bagi anak balita dan anak usia sekolah, dan 400-600 g perorang perhari bagi remaja dan orang dewasa. 400 g perorang perhari, yang terdiri dari :

250 g sayur (setara dengan dua setengah porsi atau dua setengah gelas sayur
setelah dimasak dan ditiriskan)

150 g buah. (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang atau satu setengah potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). 

Buah dan sayuran mengandung mineral, vitamin dan serat pangan. Sebagian mineral dan vitamin dalam sayur dan buah berfungsi sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat. Konsumsi sayur dan buah yang cukup dapat menurunkan risiko sulit buang air besar (BAB/sembelit) dan kegemukan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam pencegahan penyakit tidak menular kronik. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup merupakan salah satu indikator sederhana gizi seimbang.

3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi.
Dalam mewujudkan gizi seimbang kedua kelompok pangan (hewani dan nabati) perlu dikonsumsi bersama kelompok pangan lainnya setiap hari, agar jumlah dan kualitas zat gizi yang dikonsumsi lebih baik dan sempurna, karena keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Pangan hewani mempunyai asam amino lebih lengkap dan memiliki protein, vitamin dan mineral lebih baik. Kandungan zat-zat gizi tersebut lebih banyak dan mudah diserap tubuh. Tetapi pangan hewani mengandung tinggi kolesterol (kecuali ikan) dan lemak. Lemak daging dan unggas lebih banyak mengandung lemak jenuh. Kolesterol dan lemak jenuh diperlukan tubuh terutama pada anak-anak tetapi perlu dibatasai pada orang dewasa. Sedangnkan, pangan protein nabati mempunyai keunggulan mengandung proporsi lemak tidak jenuh lebih banyak dibanding pangan hewani. Juga mengandung isoflavon, yaitu kandungan fitokimia yang berfungsi mirip hormon estrogen (hormon kewanitaan) dan antioksidan serta anti-kolesterol.

4. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok.
Makanan pokok di Indonesia mengandung karbohidrat dan ini sudah menjadi budaya. Selain karbohidrat juga mengandung vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin) dan beberapa mineral. Beberapa serealia terdapat serat, ini penting untuk melancarkan buang air besar dan pengendalian kolesterol darah. Cara mewujudkan pola konsumsi makanan pokok yang beragam adalah dengan mengonsumsi lebih dari satu jenis makanan pokok dalam sehari atau sekali makan.

5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak.
Konsumsi gula lebih dari 50 g (4 sendok makan), natrium lebih dari 2000 mg (1 sendok teh) dan lemak/minyak total lebih dari 67 g (5 sendok makan) per hari akan meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung merupakan  pernyataan dari Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

6. Biasakan Sarapan.
Membiasakan sarapan pagi tentunya sangat di anjurkan karena membawa manfaat yang luar biasa. Sarapan menjadikan tubuh siap untuk beraktifitas seharian, aktifitas lebih bersemangat dan optimal karena asupan tubuh sudah terpenuhi di pagi hari sehingga siap untuk beraktifitas dengan energi yang sudah disiapkan melalui sarapan. Pada orang dewasa sarapan mampu mencegah dari kegemukan. 

7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman.
Air termasuk dalam zat gizi makro yang penting karena tubuh tidak mampu memproduksi air. Air di perlukan oleh tubuh dalam jumlah yang banyak untuk menunjang kesehatan. Air memiliki peran yang sangat penting sebagai pengatur proses biokimia, pengatur suhu, pelarut, pembentuk atau komponen sel dan organ, pelumas sendi serta bantalan organ, media tranportasi zat gizi dan pembuangan sisa metabolisme. Gangguan terhadap keseimbangan air di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan atau penyakit, antara lain: sulit ke belakang (konstipasi), infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, gangguan ginjal akut dan obesitas.Mari budidayakan minum air mineral yang cukup untuk tubuh.

8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan.
Sebelum membeli di anjurkan membaca label informasi kandungan zat gizi dan tanggal kadaluarsa. Agar konsumen bisa menghindari makanan atau minuman yang mengandung zat yang dilarang di konsumsi oleh masing-masing individu.

9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir.
 Cuci tangan merupakan perilaku hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan pada setiap individu karena dengan mencuci tangan mampu mencegah dari berbagai penyakit contohnya diare. PBB mentapkan 15 Oktober sebagai hari cuci tangan sedunia pakai sabun sebagai upaya menurunkan angka kematian anak usia di bawah lima tahun dan pencegahan penyebaran penyakit.

10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal.
Mempertahankan berat badan normal dengan pola konsumsi makanan dengan susunan gizi seimbang dan beraneka ragam serta mempertahankan kebiasaan latihan fisik/olah raga teratur. Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu. Jadi itu lah pesan-pesan dalam gizi seimbang tentunya sangat bermanfaat sekali untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak hanya mempertahankan kesehatan namun dengan ini harapannya visi pembangunan gizi dapat tercapai. Mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, mampu bersaing, berkualitas, tangguh. Generasi yang sehat dapat menunjang tercapainya cita-cita luhur lainnya.

Mari kita sebagai insan yang mempelopori gerakan perubahan perilaku dengan membudidayakan perilaku sehat, karena dengan hidup sehat maka akan tercapai prestasi-prestasi hebat.

Salam Hidup Sehat.
Hidup Sehat Prestasi Hebat.

Raden Roro Susanti Septi

#Universitas Ngudi Waluyo
#Dasar-Dasar Komunikasi
#Ibu Indri Mulyasari, S.GZ, M.GIZI