![]() | |
depkes.go.id |
Stunting merupakan kekurangan gizi dalam waktu yang lama akibat
asupan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi sehingga menjadi masalah
yang kronis. Masalah ini dimulai karena kurangnya pengetahuan ibu dan
orang sekitar mengenai asupan yang tepat bagi bayi dalam kandungan,
kurangnya kebersihan lingkungan dan sanitasi/ sistem air yang kurang
tepat atau bahkan buruk. Sehingga bayi mengalami permasalahan dalam
pertumbuhan dan perkembangan sejak dalam kandungan, yang bisa di lihat
saat si buah hati menginjak usia dua tahun. Stunting sangat mempengaruhi
penampilan fisik anak yaitu tumbuh lebih pendek dari anak seusianya
alias kerdil yang paling fatal yaitu melambatnya kemampuan kognitif
(mencakup kegiatan mental/otak) sehingga si buah hati yang menjadi
harapan bangsa memiliki kemampuan yang kurang maksimal. Padahal
harapannya generasi muda dapat membangun perekonomian negara, bersaing
secara global dan berproduktifitas tinggi. Harapan besar kemajuan bangsa
terdapat pada anak-anak muda sebagai generasi penerus. Untuk mencegah
masalah stunting agar tidak menjadi masalah yang lebih besar lagi mari
kita kenali penyebab dan pencegahan stunting, dengan mengetahui penyebab
kita bisa menyimpulkan penanganan/ pencegahan stunting yang tepat.
Penyebab Stunting.
Stunting
di pengaruhi oleh berbagai faktor namun garis besarnya karena kurangnya
pengetahuan ibu dan orang sekitar mengenai asupan yang tepat bagi bayi
dalam kandungan, kurangnya kebersihan lingkungan dan sanitasi/ sistem
air yang kurang tepat atau bahkan buruk.
A. Kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang.
Perlu
kita ketahui bahwa masa dalam kandungan adalah masa emas bagi bayi
bertumbuh dan berkembang. Dalam proses perkembangan dan pertumbuhan ini
lah bayi dalam kandungan membutuhkan asupan gizi yang tepat dan cukup.
Perlunya peningkatan zat gizi kalsium, asam folat, protein, zat besi,
serat, dan iodium. Zat gizi ini bersumber pada kacang-kacangan, hati,
ikan, tempe, garam beryodium dan masih banyak lagi. Ibu juga harus
mengetahui cara pengolahan bahan pangan yang tepat dan porsi yang tepat
bagi ibu hamil. Ketika asupan gizi si buah hati terpenuhi maka proses
perkembangan dan pertumbuhan berjalan dengan baik. Pemenuhan nutrisi
harus di iringi dengan penuh kasih sayang dari ibu maupun ayah.
B. Infeksi pada awal kehidupan anak.
Di
semua unsur kehidupan manusia yaitu tanah, air, udara pasti terdapat
kuman. Walaupun terdapat kuman yang membawa manfaat namun sebagai besar
kuman menjadi sumber penyakit yang dapat menyebabkan infeksi. Sudah
sejak lama kuman sebagai musuh manusia dan sejarah sudah merekam bahwa
banyak wabah penyakit yang di sebabkan oleh kuman. Dalam kandungan ibu
keamanan bayi terhadap kuman sangat terjamin kecuali jika ibu terkena
infeksi dan akhirnya kuman menerobos pertahanan plasenta yang kemudian
masuk ke dalam peredaran darah janin. Saat bayi lahir itulah pertama
kalinya ia terpapar oleh kuman. Semakin banyak terpapar oleh kuman maka
akan memperlambat proses pematangan sistem kekebalan tubuh bayi. Maka
dari itu ibu harus cermat dalam merawat si buah hati. Bahkan telur
cacing banyak terdapat pada tanah yang terkontaminasi. Telur cacing
biasanya tumbuh dan berkembang pada lahan pertanian yang menggunakan
pupuk kotoran manusia dari sinilah telur cacing bisa berpindah-pindah
dengan perantara manusia maka dari itu ibu harus selalu memastikan si
buah hati menggunakan alas kaki saat berada di tanah lapang. Karena
telur cacing dapat terbawa masuk dan berkembang di usus manusia.
C. Sanitasi atau pengadaan air yang buruk.
Menurut
Ignasius, dalam riset Kementerian Kesehatan (Kemkes), stunting di
sebabkan oleh 40 % karena gizi buruk dan 60 % karena tidak ada air
bersih dan sanitasi yang buruk. Kurangnya air bersih dan sanitasi buruk
menyebabkan kuman dari kotoran manusia bisa saja menempel pada peralatan
dapur atau peralatan rumah tangga di karenakan kurang bersih dalam
mencucinya dan akhirnya kuman ikut termakan karena adanya kontaminasi
ini. Risiko terburuk yaitu terjadinya infeksi cacing pada usus
cacingan). Selain itu kurangnya perhatian saat mencucui tangan juga
dapat menjadi pemicu kontamiansi kuman. Ini berdampak pada status gizi
anak karena ini terbukti dapat mengurangi nafsu makan anak dan akhirnya
menghambat proses penyerapan nutrisi yang berdampak meningkatnya
kehilangan nutrisi sehingga pertumbuhan dan perkemangan anak terhambat.
Setelah
mengetahua dan memahami ketiga faktor ini maka kita harus memperbaiki
bersama demi mencegah stunting dan mewujudkan generasi yang sehat,
cerdas, tangguh, unggul dan dapat bersaing secara global. Setelah
mengetahui penyebab utamanya kita juga harus mengetahui dan
mengaplikasikan pencegahannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar