Kamis, 01 Agustus 2019

Cegah Stunting Wujudkan Generasi Emas

depkes.go.id


              Stunting merupakan kekurangan gizi dalam waktu yang lama akibat asupan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi sehingga menjadi masalah yang kronis. Masalah ini dimulai karena kurangnya pengetahuan ibu dan orang sekitar mengenai asupan yang tepat bagi bayi dalam kandungan, kurangnya kebersihan lingkungan dan sanitasi/ sistem air yang kurang tepat atau bahkan buruk. Sehingga bayi mengalami permasalahan dalam pertumbuhan dan perkembangan sejak dalam kandungan, yang bisa di lihat saat si buah hati menginjak usia dua tahun. Stunting sangat mempengaruhi penampilan fisik anak yaitu tumbuh lebih pendek dari anak seusianya alias kerdil yang paling fatal yaitu melambatnya kemampuan kognitif (mencakup kegiatan mental/otak) sehingga si buah hati yang menjadi harapan bangsa memiliki kemampuan yang kurang maksimal. Padahal harapannya generasi muda dapat membangun perekonomian negara, bersaing secara global dan berproduktifitas tinggi. Harapan besar kemajuan bangsa terdapat pada anak-anak muda sebagai generasi penerus. Untuk mencegah masalah stunting agar tidak menjadi masalah yang lebih besar lagi mari kita kenali penyebab dan pencegahan stunting, dengan mengetahui penyebab kita bisa menyimpulkan penanganan/ pencegahan stunting yang tepat.

Penyebab Stunting.
Stunting di pengaruhi oleh berbagai faktor namun garis besarnya karena kurangnya pengetahuan ibu dan orang sekitar mengenai asupan yang tepat bagi bayi dalam kandungan, kurangnya kebersihan lingkungan dan sanitasi/ sistem air yang kurang tepat atau bahkan buruk.


A. Kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang.
Perlu kita ketahui bahwa masa dalam kandungan adalah masa emas bagi bayi bertumbuh dan berkembang. Dalam proses perkembangan dan pertumbuhan ini lah bayi dalam kandungan membutuhkan asupan gizi yang tepat dan cukup. Perlunya peningkatan zat gizi kalsium, asam folat, protein, zat besi, serat, dan iodium. Zat gizi ini bersumber pada kacang-kacangan, hati, ikan, tempe, garam beryodium dan masih banyak lagi. Ibu juga harus mengetahui cara pengolahan bahan pangan yang tepat dan porsi yang tepat bagi ibu hamil. Ketika asupan gizi si buah hati terpenuhi maka proses perkembangan dan pertumbuhan berjalan dengan baik. Pemenuhan nutrisi harus di iringi dengan penuh kasih sayang dari ibu maupun ayah.


B. Infeksi pada awal kehidupan anak.
Di semua unsur kehidupan manusia yaitu tanah, air, udara pasti terdapat kuman. Walaupun terdapat kuman yang membawa manfaat namun sebagai besar kuman menjadi sumber penyakit yang dapat menyebabkan infeksi. Sudah sejak lama kuman sebagai musuh manusia dan sejarah sudah merekam bahwa banyak wabah penyakit yang di sebabkan oleh kuman. Dalam kandungan ibu keamanan bayi terhadap kuman sangat terjamin kecuali jika ibu terkena infeksi dan akhirnya kuman menerobos pertahanan plasenta yang kemudian masuk ke dalam peredaran darah janin. Saat bayi lahir itulah pertama kalinya ia terpapar oleh kuman. Semakin banyak terpapar oleh kuman maka akan memperlambat proses pematangan sistem kekebalan tubuh bayi. Maka dari itu ibu harus cermat dalam merawat si buah hati. Bahkan telur cacing banyak terdapat pada tanah yang terkontaminasi. Telur cacing biasanya tumbuh dan berkembang pada lahan pertanian yang menggunakan pupuk kotoran manusia dari sinilah telur cacing bisa berpindah-pindah dengan perantara manusia maka dari itu ibu harus selalu memastikan si buah hati menggunakan alas kaki saat berada di tanah lapang. Karena telur cacing dapat terbawa masuk dan berkembang di usus manusia.


C. Sanitasi atau pengadaan air yang buruk.
Menurut Ignasius, dalam riset Kementerian Kesehatan (Kemkes), stunting di sebabkan oleh 40 % karena gizi buruk dan 60 % karena tidak ada air bersih dan sanitasi yang buruk. Kurangnya air bersih dan sanitasi buruk menyebabkan kuman dari kotoran manusia bisa saja menempel pada peralatan dapur atau peralatan rumah tangga di karenakan kurang bersih dalam mencucinya dan akhirnya kuman ikut termakan karena adanya kontaminasi ini. Risiko terburuk yaitu terjadinya infeksi cacing pada usus cacingan). Selain itu kurangnya perhatian saat mencucui tangan juga dapat menjadi pemicu kontamiansi kuman. Ini berdampak pada status gizi anak karena ini terbukti dapat mengurangi nafsu makan anak dan akhirnya menghambat proses penyerapan nutrisi yang berdampak meningkatnya kehilangan nutrisi sehingga pertumbuhan dan perkemangan anak terhambat.
Setelah mengetahua dan memahami ketiga faktor ini maka kita harus memperbaiki bersama demi mencegah stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, unggul dan dapat bersaing secara global. Setelah mengetahui penyebab utamanya kita juga harus mengetahui dan mengaplikasikan pencegahannya.


















































Tidak ada komentar:

Posting Komentar